| Mobile| RSS

Ilmuwan Kembangkan Obat Penawar Racun

Selasa, 06 Oktober 2009 | posted in , | 0 comments



CHICAGO - Sebuah senyawa baru penangkal racun dapat menetralkan dengan cepat reaksi kimia yang diakibatkan obat-obatan. Senyawa ini menawarkan cara baru untuk membalikkan reaksi yang ditimbulkan obat-obatan jika pasien tengah mengalami efek samping yang sangat serius.


Para ilmuwan merancang senyawa baru dengan pengencer darah baru yang dikembangkan bagi pasien penyakit jantung yang mengalami proses aliran darah untuk membersihkan arteri yang tersumbat.


Pasien seperti ini membutuhkan pengencer darah untuk mencegah darah agar tidak menggumpal atau membeku selama proses operasi. Namun pendarahan merupakan efek samping yang umum terjadi.


Bruce Sullenger dari Duke University Medical Center menyebutkan, dengan senyawa hasil temuan terbaru ini membuat pengobatan pasien menjadi lebih aman.


Namun sebagai ganti dari efek pengencer darah, penangkal racun tersebut kemudian bekerja melawan keseluruhan jenis obat-obatan baru yang disebut aptamer.


"Sebagian besar obat-obatan membidik sasarannya pada protein. Jenis obat-obatan yang kita bicarakan adalah ribonucleic acids (RNAs) yang menyasar protein," kata Sullenger seperti dikutip dari Reuters, Senin (5/10/2009).


"Secara normal, tubuh kita tidak memiliki jenis molekul diluar sel," tambahnya.


Lebih lanjut Sullenger menambahkan senyawa penawar racun mengambil keuntungan dari hal ini, dengan membidik sasaran hanya pada senyawa asam nucleic yang bersirkulasi dengan bebas diluar sel.


"Apa yang ingin kita lakukan adalah menggunakan senyawa yang akan menyerap asam nucleic. Prinsip kerjanya sama seperti spons. Kami menaruh spons dalam satu kompartemen tempat obat-obatan tersebut berada," ujarnya.


Tim peneliti menguji delapan senyawa molekul penawar racun aptamer yang berbeda dalam sebuah tabung reaksi dan menemukan bahwa aptamer ini diatur oleh aktivitas dari keseluruhan senyawa molekul. (Okezone)

0 Responses So far

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails

Berita Terbaru

Komentar Terakhir

Popular Post

Masa

Blog Archive

Labels

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

Twitter