CALIFORNIA - Hampir separuh anak muda telah kecanduan internet. Bahkan 75 persennya diteliti tidak bisa hidup tanpa berselancar di dunia maya. Demikian survei terbaru yang dikeluarkan lembaga masyarakat YouthNet.
LONDON - Kutub utara yang menyimpan sejumlah massa es terbesar di dunia diperkirakan akan menghilang dan berubah menjadi lautan dalam kurun waktu 20 hingga 30 tahun ke depan.
Para peneliti kutub yang dipimpin oleh Pen Hadow mempresentasikan hasil ekspedisi ilmiah mereka ini dan menyebutkan bahwa perkiraan mereka sangat mungkin bisa terjadi akibat suhu Bumi yang kian memanas.
Hadow dan rekan-rekannya mendapatkan kesimpulan ini setelah melakukan ekspedisi ilmiah di kutub utara selama 73 hari dan melakukan lebih dari 6.000 pengukuran dan observasi pada lautan es tersebut.
"Massa es terbesar di dunia ini akan hilang dalam kurun waktu 20 hingga 30 tahun. Namun perkiraan ini sewaktu-waktu bisa juga mundur dari yang diperkiarakan," kata rekan Hadow, Peter Wadhams dari Cambridge University seperti dikutip dari AFP, Kamis (15/10/2009).
"Bahkan bisa jadi, dalam waktu sepuluh tahun mendatang kutub utara ini sudah mulai berubah menjadi laut terbuka," tambahnya.
Saat ini, ketebalan es di kutub utara pun sudah mulai berkurang. Di sepanjang jalur berjarak sekira 450 kilometer, rata-rata ketebalan es yang mengapung berkisar antara 1,8 meter, sementara gundukan es padat memiliki ketabalan hanya 4,8 meter.
"Es dengan ketebalan sekira 1,8 meter merupakan ciri khas es baru yang sangat rentan cepat meleleh pada saat musim panas," kata Wadhams.
Peneliti lainnya, Martin Sommerkorn menyebutkan bahwa hasil studi tersebut menggambarkan kondisi suram saat es meleleh kian cepat bahkan lebih dini dari yang pernah diperkirakan sebelumnya.
"Hal ini akan menimbulkan banjir yang bisa mempengaruhi seperempat populasi dunia. Kita pun harus menyadari bahwa ini bisa terjadi akibat semakin meningkatnya emisi gas dari efek rumah kaca, pembakaran karbon serta perubahan cuaca dan iklim yang sangat ekstrim," tandasnya. (Okezone)
LONDON - Bagi sebagian orang, kegiatan berselancar di dunia maya menjadi hal yang menyenangkan, bahkan menjadi satu bentuk hiburan baru saat ini. Bahkan di Inggris, berinternet bisa jadi obat penghilang stres.
Hasil survei terbaru yang diadakan di Inggris menyebutkan, orang-orang negeri kerajaan Ratu Elizabeth itu akan merasa senang dan rileks hanya jika mereka terhubung dengan internet.
Obsesi mereka pada situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter, mampu membuat dua pertiga populasi orang Inggris terpaku bermain internet selama 24 jam.
Big News Networks, Rabu (14/10/2009) melansir, umumnya kegiatan di internet yang menghibur mereka adalah mencari pasangan, atau berburu baju atau asesoris pakaian pada situs belanja online, mengobrol, dan lain sebagainya.
Berdasarkan laporan dari Virgin Media, bahkan saat mereka akan terus mencari akses internet dimanapun mereka berada melalui perangkat mobile mereka.
Para pengamat yang menilai fenomena ini memberi julukan kepada orang-orang dengan perilaku seperti sebagai generasi 'SOSO', singkatan dari Switch on to Switch off yang maksudnya tak pernah berhenti melakukan kegiatan berinternet berulang kali.
Sebanyak 35 persen penduduk Inggris mengakui bahwa mereka akan merasa lebih rileks jika koneksi internet berada dalam genggaman mereka.
Sementara sepertiganya menyebutkan, mereka akan merasa stres jika tidak terhubung dengan internet dan menyebabkan mereka tidak bisa melakukan tugas-tugas kantor. Selain itu, 27 persen dari penduduk Inggris mengaku sangat takut jika ketinggalan mengetahui pesan penting yang masuk dari teman mereka. (Okezone)
LONDON - Coklat selain dikenal karena rasanya yang lezat juga sering disebut-sebut memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh dan dapat membantu seseorang menjadi rileks.
Hasil studi terbaru mengenai coklat yang diterbitkan melalui Journal of Neuroscience menyebutkan, mengonsumsi coklat dapat membantu mengurangi rasa sakit.
Para peneliti dari University of Chicago mengadakan uji coba pada seekor tikus dan mereka percaya, efek yang sama dapat terjadi pada manusia.
"Ini merupakan efek yang sangat kuat, namun ini bukan soal rasa lapar atau selera makan," kata profesor ahli neurobiology Peggy Mason seperti dikutip dari Telegraph, Rabu (14/10/2009).
"Ibaratnya, jika tersedia begitu banyak makanan lezat di depan mata, kemungkinan besar Anda tidak akan berhenti untuk melahapnya, apapun alasannya," katanya.
Dalam eksperimen yang dilakukan Mason dan timnya, mereka memberikan coklat chip pada tikus-tikus tersebut. Sementara itu, bagian bawah kandang mereka dilengkapi dengan sebuah bola lampu.
Dalam keadaaan normal, suhu panas dari cahaya bola lampu akan menyebabkan tikus menggerak-gerakkan cakarnya menahan rasa sakit akibat panas.
Namun saat hewan pengerat itu memakan coklat, respon mereka terhadap rasa sakit yang diakibatkan dari suhu panas terlihat berkurang.
Mereka nampak tenang dan tidak lagi gelisah menggerak-gerakkan cakar mereka seperti pada saat mereka belum diberi coklat. Mereka justru malah asyik menghabiskan coklat yang ada.
Mason kemudian menemukan bahwa memakan coklat rupanya menstimulasi sistem pada otak yang mengontrol respons alam bawah sadar, termasuk menolerir rasa sakit. (Okezone)
WASHINGTON - Sir Tim Berners Lee meminta maaf atas kekhilafannya karena telah menggunakan karakter yang sama sekali tidak penting dalam penulisan alamat web.
Karakter penting itu adalah // atau yang biasa disebut dengan double backslash (dua garis miring). Biasanya dituliskan setelah titik dua di depan http. Menurut Sir Tim, karakter tersebut sebenarnya tidak memiliki arti sama sekali dalam pengkodean nama situs.
"Jika anda berpikir tanda double backslash itu tidak diperlukan dalam penulisan URL, saya bisa saja menghilangkan karakter tersebut dalam sejarah awal penciptaan www. Jika waktu bisa saya putar kembali, saya akan mengubahnya," papar Sir Tim dalam sebuah simposium di Washington DC, seperti dikutip melalui Australian IT News, Rabu (14/10/2009).
Sir Tim mengaku tidak pernah membayangkan betapa karakter tersebut sebenarnya sangat mengganggu belakangan ini. Baik dari segi penulisan, pengucapan maupun pencetakkannya.
"Betapa sulitnya bagi kita belakangan ini untuk mengucapkan 'backslash backslash', 'double slash', atau 'forward slash'. Bahkan untuk memeragakannya dengan tangan pun tidak mudah," papar Sir Tim.
Meski web browser yang ada saat ini secara inisiatif memunculkan double backslash itu setelah penulisan www, namun Sir Tim tetap saja membayangkan berapa banyak tinta dan ruang dalam kertas yang habis sia-sia hanya untuk mencetak dua karakter yang tidak penting itu.
Namun begitu, kekhilafan Sir Tim ini tetap saja dimaklumi. Pasalnya, kesalahan itu tidaklah seberapa dibanding apa yang telah ia ciptakan untuk kemaslahatan umat, menciptakan internet untuk menghubungkan semua orang di dunia dan seluruh informasi yang ada. Hal yang tidak pernah terpikirkan selama 30 tahun lalu, sebelum ia menciptakan WWW.
Penciptaan karakter ini hanyalah sebuah kesalahan kecil yang dilakukan oleh seorang kreator yang ingin mengimplementasikan ciptaannya secepat mungkin. (Okezone)
Film horor dengan anggaran murah berjudul Paranormal Activity berhasil jadi film terlaris. Film yang dibuat dengan camcorder itu sukses, berkat situs jejaringan sosial.
Film itu dibuat dengan dana kurang dari US$ 15000 (Rp 145 juta), tetapi berhasil meraup lebih dari US$ 7 juta pada akhir pekan lalu dan menjadi box office.
Karya yang dijuluki sebagai "film paling menakutkan yang pernah dibuat" hanya diputar di 160 bioskop di AS, tapi telah menjadi film kelima paling populer pada akhir pekan.
Paul Dergarabedian, analis box-office di Hollywood.com mengatakan "Anda akan terperangah melihat di bioskop, film itu masuk dalam lima besar. Itu mengagumkan. Itu belum pernah terjadi sebelumnya."
Keberhasilan film itu sebagian karena pembicaraan dari mulut ke mulut di situs jejaringan sosial seperti Twitter. Bahkan sebuah petisi dibuat agar film itu ditayangkan di bioskop-bioskop secara nasional.
Bintang paranormal tidak ada yang terkenal dan bergaya dokumenter yang menunjukkan seorang pria merekam kejadian-kejadian aneh serta penampakan di rumah yang ditinggali bersama dengan pacarnya di San Diego.
Film itu dibuat oleh sutradara kelahiran Israel, Oren Peli dan lokasinya di rumahnya sendiri.
Film itu selesai pada 2007 dan setelah tampil di festival film horor kemudian diambil oleh studio besar di mana Peli mendapat dana besar untuk membuat kembali. Tapi tes penonton sudah sangat ketakutan dengan film asli, dan Paramount memutuskan untuk merilis film itu.
Promosi dari mulut ke mulut itu mirip dengan The Blair Witch Project 10 tahun yang lalu.[Inilah]
Para peneliti memelopori teknik baru penggunaan pisang sebagai bahan dalam memproduksi plastik. Polymer Processing Research Centre (PPRC) di Queen University Irlandia, memberikan nama proyek itu Badana.
"Hampir 20 persen dari pisang yang dikonsumsi di Eropa diproduksi di Kepulauan Canary, dan terdapat sekitar 10 juta tanaman pisang ditanam setiap tahunnya di Gran Canaria," kata Mark Kearns dari PPRC.
"Setelah buah dipanen, sisa tanaman pisang jadi limbah. Diperkirakan seitar 25.000 ton serat alami ini, dibuang di jurang sekitar Canaries setiap tahunnya."
"Proyek Badana bertujuan untuk menemukan kegunaan tanaman pisang. Serat alam yang terkandung di dalamnya dapat digunakan dalam memproduksi plastik. Misalnya untuk membuat barang-barang sehari-hari seperti tempat minyak, gerobak sampah, tangki air, kerucut lalu lintas, boneka plastic dan berbagai jenis kapal."
"Teknik baru ini akan memiliki manfaat lingkungan yang substansial. Mudah-mudahan secara substansial akan mengurangi jumlah Polyethylene yang digunakan dalam proses pencetakan," ujar Kearns.[Inilah]





